Selasa, 30 Oktober 2012

Askep Gastroenteritis


ASUHAN KEPERAWATAN
PADA TN “N” DENGAN DIAGNOSA MEDIS
GASTROENTERITIS (GE)
DI RUANG MAWAR 1, RSI MAWARDI KRIAN


No. Register                           : 654321
Ruang                                     : Mawar I
Tanggal MRS/Jam                 : 31 Agustus 2012, 11.00 WIB
Tanggal Pengkajian/Jam      : 31 Agustus 2012, 12.00 WIB

I.        IDENTITAS
a.       Biodata Umum
Nama                          : Tn “N”
Alamat                        : Perumtas Blok B-10, Wonoayu
Jenis Kelamin             : Pria
Umur                          : 24 tahun
Agama                                    : Islam
Suku/Bangsa             : Jawa/Indonesia
Pendidikan                 : Mahasiswa semester VI
Pekerjaan                   : -

b.      Biodata Penanggung Jawab
Nama                          : Ny “S”
Alamat                        : Perumtas Blok B-10, Wonoayu
Jenis Kelamin             : Wanita
Umur                          : 46 tahun
Suku/Bangsa             : Jawa/Indonesia
Pendidikan                 : SMEA
Pekerjaan                   : Wiraswasta
Hubungan dg Pasien : Ibu Pasien
 

II.      RIWAYAT KESEHATAN
a.       Keluhan Utama
Pasien mengatakan buang air besar 10 kali sebelum dibawa ke rumah sakit, perut nyeri & mules, mual, muntah-muntah 3x, serta demam tinggi tidak kunjung turun.

b.      Riwayat Penyakit Sekarang
            Pasien mengatakan telah buang air besar cair sebanyak 10 kali sebelum dibawa ke RS disertai demam tinggi. Perutnya nyeri dan mulas sejak pagi ini setelah mengkonsumsi makanan pedas yang ia beli di PKL pinggir jalan raya.
            Pasien merasakan mual dan muntah sebanyak 3 kali dengan konsistensi cair berlendir, berwarna putih, berbau amis, tidak ada darah, jumlah ± 100-200 cc/muntah. BAB cair berlendir, mancur, sedikit tapi sering, berwarna kuning kecoklatan terang, ampas sedikit, berbau sangat menyengat ±50-200cc/BAB.
            Nyeri dirasakan di bagian bawah perut, dengan skala 7 menurut Burbains (nyeri berat namun dapat dikontrol).
            Gejala dirasakan pada hari Jumat, 31 Agustus 2012, jam 08.00 WIB setelah ia mengkonsumsi makanan pedas yang ia beli di PKL pinggir jalan raya.

c.       Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengatakan pada hari Kamis, 21 Juni 2012 yang lalu pernah menderita diare namun tidak separah ini dan tidak dibawa ke rumah sakit hanya diobati dengan enterostop. Pasien pernah menderita cacar air saat berumur 15 tahun. Dan tidak pernah menderita penyakit menurun.

d.      Riwayat Penyakit Keluarga
Adik dan ayah pasien pernah menderita diare namun tidak separah ini. Adik kandungnya pernah menderita cacar air saat berumur 7 tahun. Pasien menyatakan keluarganya tidak mempunyai penyakit menurun.
  
e.       Sanitasi Lingkungan
Pasien mengatakan lingkungan rumahnya bersih dan ventilasi rumah cukup baik

III. POLA AKTIVITAS SEHARI-HARI
a.       Pola Nutrisi
Di Rumah          : Makan 2-3 kali sehari, dengan porsi nasi sepiring penuh, lauk pauk, sayur, dan buah-buahan.
                           Minum ± 2600 cc/hari, tidak pernah minum susu.
Di RS                  : Makan bubur 1kali sejak dikaji, porsi 3 suap sendok makan. Minum ±100cc sejak dikaji. Mual dan muntah 1 kali dengan kosistensi encer, berwarna putih berlendir, terdapat makanan bubur yang ia makan, tidak ada darah, dan volume ±150cc, serta berbau amis.

b.      Pola Eliminasi
Di Rumah          : BAK 3-5 kali/hari, ±1300cc, urin berwarna kuning jernih, berbau khas. BAB 1-2 kali/hari ±600 gram, konsistensi feses lunak, berwarna kuning kecoklatan, dan sedikit.
Di RS                  : BAK belum sejak dikaji. BAB 3 kali ±500cc sejak dikaji, dengan konsistensi cair, berlendir, ampas sedikit, tidak ada darah, berwarna kuning kecoklatan terang, sedikit namun sering.
c.       Pola Aktivitas
Di Rumah          : Pasien mengatakan sehari-hari ia kuliah. Bermain dengan teman, dan terkadang dirumah.
Di RS                  : Tidak dapat beraktivitas banyak hanya tiduran.

d.      Pola Istirahat dan Tidur
Di Rumah          : Pasien mengatakan istirahat dan tidur 6-8 jam/hari jam 22.00 – 06.00 WIB. Dan tak ada gangguan tidur sama sekali.
Di RS                  : Sangat terganggu karena nyeri di perut bagian bawah saat siang, dan tidak bisa tidur karena harus bolak-balik ke WC.

e.       Pola Personal Hygiene
Di Rumah          : Pasien mandi 2 kali/hari, yaitu pagi dan sore, keramas 2-3x/seminggu, ganti baju 1-2kali/hari.
Di RS                  :  Pasien belum mandi sama sekali dalam 1 hari ini, hanya ganti baju 1 kali dalam satu hari ini.

f.        Ketergantungan
            Pasien mengatakan biasanya minum secangkir kopi setiap sore.


IV.  DATA PSIKOSOSIAL

a.       Status Emosi
Labil
b.      Konsep Diri
1.Body Image             : Pasien tidak tenang dengan mulas dan panas yang dirasakan pada perutnya.
2.Self Ideal                 : Pasien berharap ingin segera pulang dan sembuh.
3.Self Esteem             : Pasien merasa diperlakukan baik oleh perawat serta mendapat perhatian yang cukup dari keluarga.
4.Role                         : Pasien sebagai kakak dari adiknya dan anak pertama dari 2 bersaudara di keluarganya. Serta sebagai mahasiswa semester VI.
5.Identity                    : Pasien berumur 24 tahun yang sedang duduk di bangku kuliah semester VI.
c.       Interaksi Sosial
Interaksi pasien dengan keluarga, perawat sangat baik dan merespon pertanyaan yang diajukan oleh perawat.
d.      Spiritual
Pasien beragama Islam yang taat beribadah, sebelum dan selama menderita sakit ia tetap menjalankan sholat 5 waktu. Tetap berdoa dan berharap cepat sembuh dan sabar dalam menghadapinya.




V.     PEMERIKSAAN FISIK
a.       Keadaan Umum
      Kurang
b.      Kesadaran
      Composmetis
c.       Tanda-Tanda Vital   
                       S    : 38,80C                              RR       : 22x/menit
                       N   : 118x/menit                     T          : 100/60 mmHg
                       BB di RS : 51 kg
                       BB sebelum MRS : 54 kg

d.      Kepala
                  Rambut            :  pendek, lusuh, berminyak, permukaan kulit kepala tidak terdapat benjolan dan lesi, tidak rontok.
                  Mata                 :  cowong, sclera putih, pupil isokor, fungsi pengelihatan baik,konjungtiva pucat.
                  Hidung             :  fungsi penciuman baik, tidak ada polip, simetris, agak sedikit kotor.
                  Mulut                :  mukosa bibir kering, bibir pucat, tidak ada perdarahan pada gusi, tonsil merah muda, suara serak.
                  Leher               :  tidak terdapat nyeri telan, simetris, tidak ada pembesaran tyroid dan kelenjar limfe.
                  Telinga             :  telinga luar dan dalam bersih, tidak ada gangguan pendengaran.

e.       Thorax
                  Inspeksi           :  bentuk dada dan thorak simetris, warna kulit sawo matang.
                  Palpasi             :  tidak ada nyeri tekan, tactil vremitus.
                  Perkusi             :  suara resonan.
                  Auskultasi        :  suara jantung S1 dan S2 cepat.
f.        Abdomen
                  Inspeksi           :  perut tidak seberapa buncit, tekstur kulit kering dan berwarna sawo matang, simetris, tak ada bekas luka.
                  Auskultasi        :  bising usus ± 20x/menit.
                  Perkusi             :  tympani.
                  Palpasi             :  terdapat nyeri tekan di bagian hipogastrium abdomen.
g.       Ekstremitas
                  Atas                  :  Tangan kanan terpasang infuse. Akral panas, jumlah jari lengkap, tidak ada kelumpuhan, kekuatan otot skala 3 (menahan tegak walaupun sedikit didorong tapi tidak mampu melawan tekanan/dorongan).
                  Bawah              :  tidak terjadi kelumpuhan, jumlah jari-jari lengkap, jari-jari kaki dingin.                                         
+
+
-
-

h.      Genetalia
     Tidak terkaji.
i.         Integumen
Warna kulit sawo matang, turgor kulit jelek.


VI.  DATA PENUNJANG

Hasil Lab :
Tgl. 31 Agustus 2012
-            Tinja  : Glukosa tinja rendah, pH 4,5
-            Hb                  : 21,5   mg/dl                          (L 13,5 – 18,0 – P 11,5 – 16,0 mg/dl).
-            Leukosit        : 16,5 x 103/L                                    4,8 – 10,8 x 103/L
-            PLT                : 280 x 10-9/L                        263 x 10-9/L
-            Hematokrit/PCV : 0,61 %                           (L : 40 – 54 %            P : 37 – 47 %)

Faal Ginjal
-            BUN                           : 12 mg/dl                  10 -12 mg/dl
-            Serum Creatinin       : 2,15 mg/dL              L : < 1,52 mg/dL

Elektrolit
-             Na      : 130 mEq/l                                        135 – 145 mEq/L
-             K         : 3,4 mEq/l,                                        3,5 – 5,5 mEq/L
-             Cl       : 9,5 mEq/l                                         9,8 – 10,7 mEq/L

Berat Badan sebelum masuk RS : 54 kg
Berat Badan                     : 51 Kg
BJ Plasma                         : 1,065                        1,000 – 1,060 (Berat jenis pada suhu 20ºC)
Jumlah Defisit Cairan      : 2,968 cc

VII.  TERAPI
a.       Infus RL di grojok sampai + 1000 cc kemudian dilanjutkan RL dan PZ 1500cc/24jam.
b.      Tetracyclin 3 x 500 mg/hari
c.       Racecodotril 3 x 1 tab/hari
d.      Paracetamol 3 x 1 tab/hari

VIII.  DATA SENJANG
DS.
-      Pasien mengatakan buang air besar 10 kali sebelum dibawa ke rumah sakit
-      Pasien mengatakan perut nyeri & mules
-      Pasien mengatakan mual dan muntah-muntah 3x
-      Pasien mengatakan demam tinggi tidak kunjung turun
-       Pasien mengatakan pada hari Kamis, 21 Juni 2012 yang lalu pernah menderita diare namun tidak separah ini dan tidak dibawa ke rumah sakit hanya diobati dengan enterostop. Pasien pernah menderita cacar air saat berumur 15 tahun.  Dan tidak pernah menderita penyakit menurun.
-       Pasien mengatakan adik dan ayah pasien pernah menderita diare namun tidak separah ini. Adik kandungnya pernah menderita cacar air saat berumur 7 tahun. Pasien menyatakan kerluarga tidak mempunyai penyakit menurun.
-       Pasien mengatakan tidak tenang dengan mules dan panas yang dirasakan pada perutnya.


DO.
-       Makan bubur 1kali sejak dikaji, porsi 3 suap sendok makan. Minum ±100cc sejak dikaji.
-       Mual dan muntah 1 kali dengan kosistensi encer, berwarna putih berlendir, terdapat makanan bubur yang ia makan, tidak ada darah, dan volume ±150cc, serta berbau amis.
-       Pasien BAK belum sejak dikaji.
-       BAB 3 kali ±500cc sejak dikaji, dengan konsistensi cair, berlendir, ampas sedikit, tidak ada darah, berwarna kuning kecoklatan terang, sedikit namun sering.
-       Tidak dapat beraktivitas banyak hanya tiduran.
-       Sangat terganggu karena nyeri di perut bagian bawah saat siang, dan tidak bisa tidur karena harus bolak-balik ke WC.
-       Pasien nyeri dalam skala 7 menurut Burbains (nyeri berat namun dapat dikontrol)
-       Keadaan umum : kurang
-       Tanda-tanda vital :
S    : 388 0C                                             RR          : 22x/menit
N   : 118x/menit                                 T             : 100/60 mmHg
BB di RS : 51 kg
            BB sebelum MRS : 54 kg
-       Mata cowong, konjungtiva pucat
-       Mukosa bibir kering, bibir pucat, suara serak.
-       Bising usus 20x/menit, perkusi abdomen tympani, dan terdapat nyeri tekan di bagian hipogastrium abdomen.
-       Akral tangan kanan dan kiri panas, kekuatan otot skala 3 (menahan tegak walaupun sedikit didorong tapi tidak mampu melawan tekanan/dorongan)
-       Jari-jari kaki dingin.
-       Turgor kulit jelek.
-      Tinja                 : Glukosa tinja rendah, pH 4,5
-       Hb                     : 21,5   mg/dl                          (L 13,5 – 18,0 – P 11,5 – 16,0 mg/dl).
-       Leukosit           : 16,5 x 103/L                                    4,8 – 10,8 x 103/L
-       PLT                   : 280 x 10-9/L                        263 x 10-9/L
-       Hematokrit/PCV : 0,61 %                              (L : 40 – 54 %            P : 37 – 47 %)
-       Faal Ginjal
BUN                              : 14 mg/dl                  10 -12 mg/dl
Serum Creatinin          : 2,15 mg/dL              L : < 1,52 mg/dL
-Elektrolit
Na       : 130 mEq/l                                        135 – 145 mEq/L
K          : 3,4 mEq/l,                                        3,5 – 5,5 mEq/L
Cl         : 9,5 mEq/l                                         9,8 – 10,7 mEq/L
-       BJ Plasma                     : 1,065                                    1,000 – 1,060 (BJ pada suhu 20ºC)
-       Jumlah Defisit Cairan : 2,968 cc


ANALISIS DATA


Nama pasien    : Tn “N”                                                                      No.Reg : 654321

Umur               : 24 th                                                                          Ruang    : Mawar I
Tanggal           : 31 Agustus 2012                                                       Diagnosa : GE
No
Data
Etiologi
Masalah
 1.



























2.


















3.










4.




























Ds. Pasien mengeluhkan BAB cair lebih 10kali sebelum dibawa ke RS, muntah-muntah 3x, demam tinggi tidak kunjung turun.

Do. BAB cair berlendir 13x (10x saat SMRS dan 3x saat di RS), muntah 4x (3x saat SMRS, 1x saat di RS), BAK belum saat dikaji, turgor kulit jelek, mata cowong, mukosa bibir kering, bibir pucat, Hb. 21,5 mg/dl, Na 130 mEq/l, K 3,4 mEq/l, Cl 9,5 mEq/l, BJ plasma 1,065
Tensi 100/60mmHg, Nadi 118x/mnt, S=38.80C, RR= 22x/menit, BB di RS=51kg, BB SMRS = 54kg








Ds. Pasien mengeluhkan perut nyeri dan mules

Do. Bising usus meningkat 20x/menit, BAB cair berlendir 13x (10x saat SMRS dan 3x saat di RS), muntah 4x (3x saat SMRS, 1x saat di RS), T=100/60mmHg, terdapat nyeri tekan pada abdomen bagian bawah dengan skala 7 (nyeri berat namun dapat dikontrol)






Ds. Pasien mengeluhkan mual dan muntah-muntah 3x

Do. Makan bubur tidak habis hanya 3 suap sendok makan, minum sedikit ±100cc, muntah 4x (3x saat SMRS, 1x saat di RS), mual. BB SMRS=54kg, BB di RS=51kg


Ds. Pasien mengeluhkan demam tinggi tidak kunjung turun.

Do. S = 38,80C, akral atas kanan dan kiri panas, jari-jari kaki dingin, mukosa bibir kering.
Makanan yang tidak diserap

Peningkatan tekanan osmotik

Pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus

Isi rongga usus berlebih

Rangsangan untuk mengeluarkan

Diare

BAB cair berlebih

Cairan tubuh banyak yang keluar

Ketidaksimbangan Kebutuhan Cairan dan Elektrolit dlm Tubuh



Makanan yang merangsang

Hiperperistaltik

Menurun kesempatan utk menyerap makanan

Diare

Gerakan meremas berlebih

Rangsangan nyeri


Gangguan Rasa Nyaman Nyeri


Bising usus meningkat

Anoreksia, mual,muntah

Ggn. absorbsi pencernaan

Resiko tinggi ggn. kebutuhan nutrisi.



Makanan yang terkontaminasi oleh kuman

Mengeluarkan toksin

Rangsangan pada dinding usus

Peningkatan sekresi air dan elektrolit

Peningkatan isi rongga usus

Diare

Hipovolemi

Dehidrasi

Kompensasi tubuh

Suhu tubuh meningkat

Gangguan keseimbangan Suhu tubuh
Ketidakseimbangan Kebutuhan Cairan dan Elektrolit dlm Tubuh
























Gangguan Rasa Nyaman Nyeri











.





Pemenuhan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh








Peningkatan Suhu Tubuh

 DIAGNOSIS KEPERAWATAN


Nama              : Tn “N”                                                                       No. Reg           : 654321
Umur              : 24 th                                                                         Ruang             : Mawar I
Tanggal          : 31 Agustus 2012                                                     Diagnosa        : GE

No.
Diagnosa Keperawatan
1.
Ketidakseimbangan Kebutuhan Cairan dan Elektrolit dlm Tubuh berhubungan dengan output berlebihan
Ds.
- Pasien mengeluhkan BAB cair lebih 10x sebelum dibawa ke RS
- Pasien mengeluhkan muntah-muntah 3x
- Demam tinggi tidak kunjung turun

Do.
- Diare cair berlendir 13x (10x saat SMRS dan 3x saat di RS)
- muntah 4x 3x saat SMRS, 1x saat di RS)
- BAK belum saat dikaji
- turgor kulit jelek,
- mata cowong,
- mukosa bibir kering, bibir pucat,
- Hb. 21,5 mg/dl, Na 130 mEq/l, K 3,4 mEq/l, Cl 9,5 mEq/l
- BJ plasma 1,065
- Tensi 100/60mmHg, Nadi 118x/mnt, S=38.80C, RR= 22x/menit, BB di RS=51kg, BB SMRS = 54kg

2.
Gangguan Rasa Nyaman Nyeri (nyeri perut) b/d hiperperistaltik usus, diare, dan muntah.
Ds.
- Pasien mengeluhkan perut nyeri dan mules

Do.
- Bising usus meningkat 20x/menit,
- BAB cair berlendir 13x (10x saat SMRS dan 3x saat di RS)
- muntah 4x (3x saat SMRS, 1x saat di RS)
- tensi 100/60mmHg,
- terdapat nyeri tekan pada abdomen bagian bawah dengan skala 7 (nyeri berat namun dapat dikontrol)


3.
Pemenuhan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya intake nutrisi
Ds.
Pasien mengeluhkan mual dan muntah-muntah 3x

Do.
-  Makan bubur tidak habis, hanya 3 suap sendok makan
- Minum sedikit ±100cc,
- Muntah 4x (3x saat SMRS, 1x saat di RS), dan mual.
- BB SMRS=54kg, BB di RS=51kg

4.
Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan infeksi sekunder.
Ds.
- Pasien mengeluhkan demam tinggi tidak kunjung turun

Do.
- S = 38,80C
- Akral atas kanan dan kiri panas,
- Jari-jari kaki dingin,
- Mukosa bibir kering


 RENCANA  KEPERAWATAN

Nama              : Tn “N”                                                                                                                                                           No. Reg           : 654321
Umur              : 24 th                                                                                                                                                             Ruang             : Mawar I
Tanggal          : 31 Agustus 2012                                                                                                                                         Diagnosa        : GE

NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
TUJUAN
RENCANA TINDAKAN
RASIONAL
1.
Ketidakseimbangan Kebutuhan Cairan dan Elektrolit dlm Tubuh berhubungan dengan output berlebihan


Tujuan  :
Jangka panjang :Volume cairan dan elektrolit seimbang 3x 24 jam
Jangka pendek :
- Buang air besar cair berkurang
- Muntah-muntah dan mual berkurang,
dalam 1x24 jam

Kriteria hasil :
Tidak ada tanda-tanda dehidrasi:
1.         Vital sign normal.
2.         Turgor kulit normal.
3.         Mukosa mulut basah normal.
4.         Jumlah urine seimbang dengan   asupan.

1.         Pantau tanda vital tiap 1 – 2 jam.

2.         Pantau tanda dan gejala dehidrasi :.
o           Kulit & membran mukosa kering.
o           Haus.
o           Jumlah urine sedikit.
o           BJ plasma yang meningkat
3.         Pantau masukan, pastikan sedikitnya 1500 ml cairan per oral setiap 24 jam.
4.         Pantau haluaran, pastikan sedikitnya 1000 - 1500 ml/24 jam. Pantau terhadap penurunan berat jenis plasma.
5.          Timbang BB tiap hari dengan jenis baju yang sama dan pada waktu yang sama.
6.         Pertimbangkan kehilangan cairan tambahan yang berhubungan dengan muntah dan diare.
7.         Kolaborasi dengan dokter untuk pemeriksaan kadar hemoglobin, lekosit, hematokrit, trombosit BUN dan serum kreatinin,.
8.         Kolaborasi dengan pemberian cairan secara intravena.
9.         Rencanakan tujuan masukan cairan untuk setiap pergantian ( misal 1000 ml selama pagi hari, 1000 ml selama sore hari, 1000 ml selama malam hari).
10.     Jelaskan tentang alasan-alasan untuk mempertahankan hidrasi yang adekuat dan metoda-metoda untuk mencapai tujuan masukan cairan.
1.         TD, suhu nadi dan pernapasan sebagi indicator kegagalan sirkulasi.
2.         Prepulsi feses yang cepat melalui mengurangi absorbsi air. Volume sirkulasi yang rendah menyebabkan mukosa kering dan rasa haus. Urin yang pekat dapat meningkatkan BJ plasma.
3.         Catatan masukan membantu mendeteksi tanda dini ketidak seimbangan cairan.
4.         Catatan haluaran membantu mendeteksi tanda dini ketidak seimbangan cairan.
5.         Penimbangan berat badan harian yang tepat dapat mendeteksi kehilangan cairan.
6.         Haluaran dapat melebihi masukan, yang sebelumnya sudah tidak mencukupi untuk mengkompensasi kehilangan yang tak kasap mata. Dehidrasi dapat meningkatkan laju filtrasi glomerulus, membuat haluaran tak adekuat untuk membersihkan sisa metabolisme
7.         Propulsi feses yang cepat melalui usus mengurangi absorpsi elektrolit. Muntah-muntah juga menyebabkan kehilangan elektrolit.
8.         Memungkinkan terapi penggantian cairan segera untuk memperbaiki defisit.
9.         Deteksi dini memungkinkan terapi penggantian cairan segera untuk memperbaiki defisit.
10.     Informasi yang jelas akan meningkatkan kerjasama klien untuk terapi.
2.
Gangguan Rasa Nyaman Nyeri (nyeri perut) b/d hiperperistaltik usus, diare, dan muntah
Tujuan :
Jangka Panjang : Rasa nyeri hilang serta merasakan rasa nyaman dalam 3x24jam
Jangka Pendek :
- Berkurangnya rasa mules.
- Berkurangnya diare.
Dalam 1x24jam

Klien merasa nyaman
Kriteria hasil :
1.         Kram/ nyeri berkurang/hilang.
2.         Diare berkurang/hilang.
3.         Muntah berkurang/hilang.
1.         Atur posisi pasien terlentang dan pasang bantal penghangat di atas abdomen.
2.         Berikan minum air putih hangat sedikit tapi sering.
3.         Singkirkan pandangan yang tidak menyenangkan dan bau-bauan yang tidak sedap dari lingkungan klien.
4.         Instruksikan kepada pasien untuk menghindari hal berikut :
o           Makanan yang mengandung lemak   atau tinggi serat (misal ; susu, buah).
o           Minum dingin /panas.
o           Kafein (kopi).

1.         Dimaksudkan untuk meningkatkan relaksasi otot GI & mengurangi kram.
2.         Cairan dalam jumlah kecil mengurangi rangsangan mendadak pada lambung.
3.         Pemandangan yang tidak menyenangkan atau bau yang tidak sedap merangsang muntah.
4.         Makanan yang mengandung lemak atau tinggi serat dapat meningkatkan peristaltik dan minuman dingin dapat merangsang kram, sedangkan minuman panas dapat merangsang peristaltik dan kafein dapat meningkatkan motilitas usus.

3.
Pemenuhan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya intake nutrisi

Tujuan :
Jangka Panjang :
Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi dalam waktu 3x24 jam.
Jangka Pendek :
- Mual dan muntah berkurang.
- Nafsu Makan bertambah.

Kriteria hasil :
1.         Turgor baik, intake dapat masuk sesuai kebutuhan, Berat badan ideal.
2.         Klien mematuhi dietnya.

1.         Observasi texture, turgor kulit.
2.         Observasi intake out put.
3.         Kaji status nutrisi dan kebiasaan makan.
4.         Anjurkan kaluarga klien untuk mematuhi diet yang telah diprogramkan.
5.         Timbang berat badan setiap hari sekali.
6.         Identifikasi perubahan pola makan.


7.         Kerja sama dengan tim kesehatan lain untuk pemberian diet TKTP.

1.         mengetahui status nutrisi klien.
2.         mengetahui keseimbangan nutrisi klien.
3.         Untuk mengetahui tentang keadaan dan kebutuhan nutrisi klien sehingga dapat diberikan tindakan dan pengaturan diet yang adekuat.
4.         Kepatuhan terhadap diet dapat mencegah komplikasi terjadinya hipoglikemia/hiperglikemia.
5.         Mengetahui perkembangan berat badan pasien (berat badan merupakan salah satu indikasi untuk menentukan diet).
6.         Mengetahui apakah keluarga klien telah melaksanakan program diet yang ditetapkan.
7.         Pemberian diet sonde TKTP yang sesuai dapat mempercepat pemulihan terhadap kekurangan kalori dan protein dan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi klien karena klien terjadi penurunan reflek menelan.
4.
peningkatan suhu tubuhberhubungan dengan infeksi sekunder.
Tujuan :
Jangka Panjang :
Suhu tubuh normal dalam 3x24 jam
Jangka Pendek :
- Suhu tubuh menurun menuju ke suhu normal dalam 1x 24 jam
Kriteria Hasil :
Suhu tubuh normal

1.         Monitor suhu pasien tiap jam.
2.         Kompres dengan air hangat.
3.         Berikan terapi obat anti infeksi sesuai advis.
4.         Berikan antipiretik sesuai advis.



Dengan suhu lingkungan hangat, akan direspon pusat pengatur panas untuk menurunkan produksi panas tubuh.
 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Nama              : Tn “N”                                                                       No. Reg           : 654321
Umur              : 24 th                                                                         Ruang             : Mawar I
Tanggal          : 31 Agustus 2012                                                     Diagnosa        : GE
NO.
TANGGAL
IMPLEMENTASI
PARAF
1.
31 Agustus 2012 – 2 September 2012
- Memantau tanda vital tiap 1 – 2 jam.

- Memantau tanda dan gejala dehidrasi :
o           Kulit & membran mukosa kering.
o           Haus.
o           Jumlah urine sedikit.
o           BJ plasma yang meningkat
- Memantau masukan dan pengeluaran.
- Menimbang BB tiap hari.
- Kolaborasi :
Memberi cairan parenteral dengan pemberian cairan elektrolit sesuai kebutuhan.
Pemeriksaan laboratorium.
        Bekerjasama dengan tim kesehatan lain untuk pemberian diet TKTP.

- Mengatur posisi pasien terlentang dan pasang bantal penghangat di atas perut.
- Memberikan minum air putih hangat sedikit tapi sering.
- Menyingkirkan pandangan dan bau-bauan yang tidak   menyenangkan.
- Menginstruksikan kepada pasien untuk menghindari hal berikut :
o           Makanan yang mengandung lemak atau tinggi serat.
o           Minum dingin /panas.
o           Kafein (kopi).

- Mengobservasi texture, turgor kulit.
- Mengobservasi intake out put
- Mengkaji status nutrisi dan kebiasaan makan.
- Menganjurkan klien untuk mematuhi diet yang telah diprogramkan.
- Mengidentifikasi perubahan pola makan.

- Mengompres dengan air hangat.
- Memberikan terapi obat anti infeksi sesuai advis Tetracyclin 3 x 500 mg dan Racecodotril 3 x 1 tab.
- Memberikan antipiretik sesuai advis Paracetamol 3 x 500 mg.




EVALUASI KEPERAWATAN

Nama              : Tn “N”                                                                       No. Reg           : 654321
Umur              : 24 th                                                                         Ruang             : Mawar I
Tanggal          : 31 Agustus 2012                                                     Diagnosa        : GE
NO.
TANGGAL
/ JAM
EVALUASI
1.
31 Agustus 2012, 21.00 WIB
S : Pasien mengatakan sudah tidak merasa haus, bisa tidur walau hanya sekitar 30 menit, masih tetap BAB cair namun tidak sering, tidak muntah, mual masih, nyeri perut jarang, sudah tidak demam.

O :
TTV : T = 110/70mmHg, S = 37,70C, N = 102 x/mnt, RR = 20x/mnt, BB = 51 kg
Makan habis seperempat porsi bubur, minum ± 400cc, BAB 2x cair volume ±150cc dengan kosistensi berlendir, warna kuning kecoklatan, tidak ada darah, baerbau menyengat. BAK 2x volume ±150cc kuning pekat, tidak muntah, mual, nyeri abdomen skala 6, bisa tidur ± 30mnt, mukosa mulut basah, turgor kulit membaik, mata cowong.

A : Tujuan tercapai sebagian
P : R/ dilanjutkan
- Inf. RL dan PZ 1500cc/24 jam
- Memantau tanda vital
- Memantau tanda dan gejala dehidrasi
- Memantau masukan dan pengeluaran.
- Kolaborasi :
Memberi cairan parenteral dengan pemberian cairan elektrolit sesuai kebutuhan.
Pemeriksaan laboratorium.
        Bekerjasama dengan tim kesehatan lain untuk pemberian diet TKTP.

- Mengatur posisi pasien terlentang dan pasang bantal penghangat di atas perut.
- Memberikan minum air putih hangat sedikit tapi sering.
- Mengobservasi texture, turgor kulit.
- Mengobservasi intake out put
- Mengkaji status nutrisi dan kebiasaan makan.
- Menganjurkan klien untuk mematuhi diet yang telah diprogramkan.
- Memberikan terapi obat anti infeksi sesuai advis Tetracyclin 3 x 500 mg dan Racecodotril 3 x 1 tab.
- Memberikan antipiretik sesuai advis Paracetamol 3 x 500 mg.


2
1 Sept 2012, 21.00 WIB
S : Pasien mengatakan bisa tidur, BAB 1x sudah tidak cair tapi fases sedikit, tidak muntah, mual berkurang, nyeri perut tidak ada, sudah tidak demam.

O :
TTV : T = 110/70mmHg, S = 37,20C, N = 98 x/mnt, RR = 19x/mnt, BB = 51,5 kg,
Makan setengah porsi bubur, minum ±600cc, BAB 1x semipadat sedikit, BAK 2x kuning sedikit pekat, tidak muntah, nyeri abdomen skala 3, bisa tidur  ±5 jam (12.00 – 17.00), mukosa mulut basah, turgor baik, mata cowong.

A : Tujuan tercapai sebagian
P : R/ dilanjutkan
- Inf. RL dan PZ 1500cc/24jam
- Memantau tanda vital
- Memantau tanda dan gejala dehidrasi
- Memantau masukan dan pengeluaran.
- Kolaborasi :
Memberi cairan parenteral dengan pemberian cairan elektrolit sesuai kebutuhan.
Pemeriksaan laboratorium.
        Bekerjasama dengan tim kesehatan lain untuk pemberian diet TKTP.

- Mengatur posisi pasien terlentang dan pasang bantal penghangat di atas perut.
- Memberikan minum air putih hangat sedikit tapi sering.
- Mengobservasi texture, turgor kulit.
- Mengobservasi intake out put
- Mengkaji status nutrisi dan kebiasaan makan.
- Menganjurkan klien untuk mematuhi diet yang telah diprogramkan.
- Memberikan terapi obat anti infeksi sesuai advis Tetracyclin 3 x 500 mg dan Racecodotril 3 x 1 tab.
- Memberikan antipiretik sesuai advis Paracetamol 3 x 500 mg.

3.
2 Sept 2012, 21.00 WIB
: Pasien mengatakan bisa tidur, BAB 1x sudah tidak cair dan banyak, tidak muntah, tidak mual, nyeri perut tidak ada, sudah tidak demam.

O :
TTV : T = 120/60mmHg, S = 360C, N = 88 x/mnt, RR = 18x/mnt, BB = 52,5 kg
Makan seporsi habis, Minum ±2000cc, BAB 1x padat ±600 gram, BAK 5x kuning jernih volume ±1800cc, tidak Muntah, nyeri abdomen skali 0, dapat tidur 6-7 jam, mukosa mulut basah, turgor baik, mata tidak cowong
Hasil lab tangal 2 – 9 – 2012
Hb                  : 14,8
Lekosit           : 7.600
Hematokrit     : 44
BUN                : 12
Creatinin          : 0,9
BJ Urin            : 1,039

A : Tujuan tercapai sebagian

P : R/ dilanjutkan
- Menganjurkan klien untuk mematuhi diet yang telah diprogramkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar